Minggu, 24 Juli 2016

Cerita Singkat Kisah Perjalanan Pembalap Dovizioso di Ajang Moto GP

Pembalap tim Ducati Andrea Dovizioso sepertinya belum dapat berkah naik podium di dua seri terakhir MotoGP 2016 di Argentina dan Amerika Serikat. Dua kali sudah ia dipaksa “menyium” aspal karena ulah pebalap lain, padahal peluangnya sangat besar setidaknya juara dua.

Apes pertama ia rasakan ketika disenggol dari belakang oleh rekan setim Andrea Iannone saat berebut posisi kedua di GP Argentina. Sepeda motor Iannone tergelincir hingga ikut menyapu Dovizioso, malang buat Ducati sebab kejadian itu berlangsung dua tikungan menjelang garis finis.

Dovizioso terpaksa menuntun motornya menuju finis dan akhirnya mendapat urutan ke-13 sedangkan Iannone tidak bisa melanjutkan balapan lantas dihukum karena dianggap “terlalu percaya diri” saat berusaha mendahului.

Insiden kedua terjadi pada lap ketujuh di GP Americas saat Dovizioso yang sedang menempati posisi ketiga di depan Dani Pedrosa. Pebalap Repsol Honda itu kehilangan kendali sebelum masuk tikungan hingga akhirnya terseret di aspal, hempasan motor itu menyeret Dovizioso hingga terjatuh juga.

Pedrosa sudah meminta maaf dua kali atas kejadian itu, pertama selepas keduanya terjatuh dan kedua ketika menghampiri paddock Ducati setelah ia masuk pit pada lap ke-12. Belum ada keterangan apa yang dibicarakan Pedrosa selama beberapa menit di sana.

Setelah itu Dovizioso mengatakan tidak ada cedera serius akibat kecelakaan itu. Ia mengatakan dampaknya bisa saja lebih buruk lagi. Sementara untuk pencair suasana mari kita lihat honda megapro, ada juga tentang modifikasi megapro, lengkap dengan gambar modifikasi megapro dan terakhir foto modifikasi megapro untuk anda semua.

“Saya kenal Dani selama beberapa tahun. Dani bukan pebalap yang ambil banyak risiko. Semua orang ada batasnya. Kesalahan bisa saja terjadi. Tapi Dani bukan ‘Kamikaze’, yang mencoba mendahului setiap kali mengerem. Ketika seseoran melakukan kesalahan dan menyebabkan masalah buat pebalap lain, itu sangat buruk. Tapi ini berbeda dari Argentina,” jelas Dovizioso di paddock Ducati seperti diberitakan Crash.net, Senin (11/4/2016).

Dovizioso mengaku mengerem terlalu terlambat. Hal ini yang bikin ia melebar sebelum tertabrak. Ia mengatakan Pedrosa tidak fokus dan mengikutinya. Ketika Pedrosa mengerem sudah terlambat untuk mengoreksi keadaan.

“Tetap perasaan saya dengan sepeda motor tidak 100 persen bertarung untuk menang dikutip dari berita otomotif, tapi saya sangat bahagia mendapat kemungkinan naik podium setiap lomba. Dari ketiga lomba saya pikir saya telah melakukan strategi sempurna. Bukan salah saya atas apa yang terjadi. Saya tidak bisa mengatur (kecelakaan),” kata Dovizioso.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar